1. Nothing Hill
"I'm just a girl standing in front of a boy and ask him to love her..."
Kata-kata sederhana tapi sangat menyentuh. Apa yang akan Anda lakukan jika ada seseorang yang berkata seperti itu?
Kalimat menyentuh itu adalah kalimat terfavorit bagi saya dari film ini. Film ini tak pernah bosan untuk ditonton. Ceritanya memang sederhana tapi meninggalkan kesan yang cukup dalam. Kehidupan William Tucker (Hugh Grant) yang awalnya biasa saja, jadi luar biasa sejak pertemuannya yang tak disengaja dengan Anna Scott (Julia Robert). Will yang tadinya hanya pemilik toko buku kecil berubah jadi kekasih seorang aktris terkenal. Will dengan kesederhanaannya bisa meluluhkan hati Anna yang saat itu tengah jadi sorotan dunia. Bersama Will, Anna menemukan dunia kecilnya yang mengingatkannya kembali bahwa dia hanyalah manusia biasa yang ingin bisa dicintai oleh orang yang juga dicintainya.
Selain jalinan ceritanya yang menarik, film ini juga disempurnakan dengan soundtrack yang sangat memukau. Lagu She yang dibawakan Elvis Costello dan lagu When You Say Nothing at All akan mampu menyanjung setiap perempuan yang mendengarkannya.
"Selama ini aku tak pernah tahu kalau pria merasa cukup dengan satu wanita saja..." begitulah kira-kira ucapan raja pada Anna di hari terakhir mereka bersama. Sebelumnya, raja sudah memiliki banyak istri dan anak tapi Annalah yang membuatnya jatuh cinta. Anna yang berkebangsaan Inggris-meskipun sejak lahir dia tinggal di India-mengajarkan raja tentang hal-hal baru. Anna juga mengajarkan raja tentang arti cinta yang sesungguhnya. Namun sebesar apapun cinta raja pada Anna tak mampu membuat Anna tetap tinggal di sisinya.
Film ini pernah dibuat dalam berbagai versi. Namun film yang diperankan oleh Jodie Foster dan Chow Yun Pat inilah yang paling menyentuh hati. Apalagi lagu berjudul "How Can I Not Love You" -soundtracknya- cukup melenakan jiwa.
"Sebenarnya musik ada di sekeliling kita yang harus kita lakukan hanyalah mendengarkan..." Film ini bercerita tentang perjalanan seorang anak untuk menemukan orang tuanya. Si anak yakin kalau orang tuanya tidak membuang dia. Dia berada di tempat penampungan karena suatu alasan. Si anak juga yakin kalau kedua orang tuanya bertemu karena mendengar musik. Maka melalui musik ia mencari orang tuanya.
Ceritanya sangat menakjubkan. Bayangkan saja seorang anak berusia sebelas tahun bisa menjadi komposer di sekolah sekelas Julliard dan ikut serta dalam konser musik tahunan di tahun pertamanya belajar. Film ini mengingatkan kita bahwa musik dapat berasal dari mana saja.
Menurut saya ceritanya tidak beda jauh dengan film A Walk to Remember. Oliver Barlett yang agak nakal berjumpa dengan Jenny yang pendiam dan baik. Perbedaan yang ada di antara mereka justru membuat mereka bersatu. Jenny bahkan rela membuang mimpinya untuk bisa kuliah seni supaya bisa bersama Oliver. Sayangnya kebersamaan mereka tak berlangsung sama karena Jenny dipanggil sang pencipta.
Ada satu hal yang membuat saya tak bisa melupakan film ini, yaitu soundtracknya. Musiknya begitu nelangsa dan liriknya pun menyayat hati. Baru mendengar intronya saja sudah tersayat-sayat. "Where do I begin to tell the story of how great love can be."
5. Kate and Leopold
Film ini bercerita tentang perjalanan menembus waktu. Leopold yang hidup di masa lalu melintasi waktu hingga sampai di abad 21. Dia bertemu seorang gadis. Mereka berteman kemudian jatuh cinta.
Curahan hati Leopold untuk Kate yang ditulis dalam bentuk surat, sangat menyentuh. Sikapnya yang sangat sopan sebagai seorang pria membuat Kate jatuh hati. Masih adakah pria sesopan Leopold sekarang ini?
Kabarnya di film inilah Nicole Kidman dan Tom Cruise saling jatuh cinta. Film ini bercerita tentang orang-orang Inggris yang memperebutkan wilayah tak berpenghuni di benua Amerika. Nicole-si anak tuan tanah-mengajak Tom untuk menemaninya pergi ke Amerika. Di perjalanan mereka disergap perampok dan kehilangan semua perbekalan. Mereka berpura-pura menjadi kakak adik untuk bisa bertahan di Amerika. Mereka mengalami suka duka bersama, sempat berpisah tapi akhirnya bertemu lagi.
Film ini mengajarkan banyak hal. Orang yang begitu populer ketika masih sekolah belum tentu jadi orang yang sukses. Orang yang terlihat menyebalkan ternyata adalah jodohmu. Di Film ini Sandra Bullock berjuang untuk bangkit dari perceraian dan memulai hidup baru.
8. Ever After A Cinderella Story
Inilah kisah cinderella si upik abu. Kisah ini terasa begitu nyata karena dihubungkan dengan sejarah. Tak ada ibu peri ataupun sepatu kaca. Yang ada adalah sepatu peninggalan sang ibu dan bantuan Leonardo Davinci.
9. Another Cinderella Story 2
Kisahnya memang mengadaftasi dongeng cinderella. Namun film ini tak pernah bosan untuk ditonton. Film ini dibumbui tarian dan lagu. Rasanya ingin sekali ada di dalam film dan ikut bergerak seperti para tokoh yang sedang belajar tari.
10. Twilight
Sebelumnya sudah banyak film yang bercerita mengenai vampir. Namun film yang satu ini benar-benar berbeda. Bercerita tentang vampir vegetarian-cuma minum darah hewan-yang jatuh cinta pada seorang gadis-manusia. Melewati serangkaian petualangan seru dan mendebarkan.
11. Kuch Kuch Hota Hai
"Cinta adalah persahabatan," kata Rahul. Kata-kata Rahul membuat Anjali merenungkan persahabatan mereka. Anjali ternyata mencintai Ragul, sayangnya Rahul lebih tertarik pada wanita lain. Beberapa tahun kemudian anak Rahul mempertemukan mereka kembali.
12. Pride and Prejudice
Kebanggaan dan prasangka. Film yang diangkat dari novel Jane Austen ini benar-benar menarik. Dalam keseharian terkadang prasangka membuat kita lupa pada pepatah "jangan menilai buku dari sampulnya". Seperti Elizabeth Bennet yang berprasangka buruk pada Mr. Darcy sehingga dia tidak menyadari bahwa sebenarnya dia mencintai Mr. Darcy.











