Kadang aku sendiri merasa ajaib dengan jalan pikiranku yang terkadang selalu berada di frekuensi yang berbeda dengan orang lain. Hal itu tentu saja menimbulkan perdebatan panjang lebar yang terkadang berakhir dengan kehampaan. Apalagi bila ada orang-orang yang selalu merasa dirinya "lebih". Dan hari ini pun muncul renungan-renungan yang sebenarnya sudah lama bersemayam dalam kepalaku.
#Bukan selalu ingin berdebat atau tak mau kalah, bila kita merasa kita manusia, dengan segala kemanusiaan kita, kenapa kita tidak boleh menyuarakan aspirasi kita sementara orang lain boleh melakukannya...
#Memanusiakan manusia, mengindonesiakan bahasa Indonesia? Ungkapan yang tragis ...
#Kadang kita selalu berkata prosedur, juklak, juknis, wadaw kata sakti,,, tapi kita juga terkadang karena ingin lebih mudah melupakan kata2 sakti tersebut saat berada dalam sebuah situasi ,,, kalau sudah demikian kata2 sakti tersebut hanya terkesan sebagai kata2 untuk alasan dalam pembelaan diri kita...
#Dari hasil perenungan dan bacaan, sikap tak ingin terkalahkan yang dimiliki seorang pria mengakibatkan dia merasa jengah bila ada wanita yang pandai...
#Bukan masalah apa yang penting dan kurang penting tapi lebih ke menumbuhkan rasa percaya diri dan mengikis rasa takut...
#Jalan paling mudah saat semua terasa menyesakkan adalah berdamai dengan diri sendiri...
#Dramatisasi cerpen atau puisi mungkin menakjubkan tapi dramatisir semua masalah pastinya sangat memuakkan...
#"saya mampu sendirian," kata-kata sakti, memang. Namun tidak ampuh bila dihadapkan pada hakikat manusia sebagai makhluk sosial ...