Kadang aku sendiri merasa ajaib dengan jalan pikiranku yang terkadang selalu berada di frekuensi yang berbeda dengan orang lain. Hal itu tentu saja menimbulkan perdebatan panjang lebar yang terkadang berakhir dengan kehampaan. Apalagi bila ada orang-orang yang selalu merasa dirinya "lebih". Dan hari ini pun muncul renungan-renungan yang sebenarnya sudah lama bersemayam dalam kepalaku.
#Bukan selalu ingin berdebat atau tak mau kalah, bila kita merasa kita manusia, dengan segala kemanusiaan kita, kenapa kita tidak boleh menyuarakan aspirasi kita sementara orang lain boleh melakukannya...
#Memanusiakan manusia, mengindonesiakan bahasa Indonesia? Ungkapan yang tragis ...
#Kadang kita selalu berkata prosedur, juklak, juknis, wadaw kata sakti,,, tapi kita juga terkadang karena ingin lebih mudah melupakan kata2 sakti tersebut saat berada dalam sebuah situasi ,,, kalau sudah demikian kata2 sakti tersebut hanya terkesan sebagai kata2 untuk alasan dalam pembelaan diri kita...
#Dari hasil perenungan dan bacaan, sikap tak ingin terkalahkan yang dimiliki seorang pria mengakibatkan dia merasa jengah bila ada wanita yang pandai...
#Bukan masalah apa yang penting dan kurang penting tapi lebih ke menumbuhkan rasa percaya diri dan mengikis rasa takut...
#Jalan paling mudah saat semua terasa menyesakkan adalah berdamai dengan diri sendiri...
#Dramatisasi cerpen atau puisi mungkin menakjubkan tapi dramatisir semua masalah pastinya sangat memuakkan...
#"saya mampu sendirian," kata-kata sakti, memang. Namun tidak ampuh bila dihadapkan pada hakikat manusia sebagai makhluk sosial ...
Label
- Game Plan (1)
- Hope Float (1)
- Melody Memory (2)
- Something Inside (5)
- Tentang Rasa (7)
Holla Fiola
Holla Fiola Balarea
Selasa, 26 Maret 2013
Senin, 07 Januari 2013
HARI PERTAMA
Hari pertama semester 2 tahun ini diawali dengan hujan dan diakhiri dengan hujan. Begitu sampai ke ruang guru langsung disuguhi obrolan mengenai kurikulum 2013 dan sepiring kue bolu. Dengan bergulirnya detik ke menit obrolan makin seru dan heboh. Ditambah lagi dengan topik baru mengenai nilai siswa di semester 5. Tak ada hentinya kata-kata berloncatan menyuarakan isi hati.
Ada yang begitu santai dan menanggapi semua dengan senyuman. Ada yang terlihat panik karena jam pelajarannya berkurang. Ada yang mulai mengatur strategi untuk pemenuhan jam sertifikasi. Dan adapula yang malah heboh mengungkit tentang ketidaktahuan diri mengenai apa yang terjadi.
Suasana makin heboh. Semua orang asyik dengan kelompoknya sendiri membahas apa yang sebenarnya, belum benar-benar, dimengerti. Saat semua orang tengah sibuk, Miss Chiby-Chiby memutuskan untuk melihat anak-anaknya. Dia mengecek kehadiran mereka dan menginterogasi anak yang tidak melaksanakan sholat Jum'at di sekolah.
Obrolan-obrolan penuh petuah dengan sendirinya mengalir deras dari bibir Miss Chiby-Chiby. Komentar-komentar pedas tentang perilaku siswa pun tak lupa dia sertakan. Sepertinya bibir Miss Chiby-Chiby langsung menemukan kembali keahliannya untuk berkata-kata setelah dua minggu lebih banyak diam.
Hampir dua minggu penuh Miss Chiby-Chiby tidak bertemu siswa. Jadi wajar bila mulut bawelnya langsung beraksi saat bertemu mereka. Selama libur dua minggu mulut bawelnya itu hanya digunakan untuk berdebat dengan adiknya dan Mr. Anyun.
Ketika waktu istirahat tiba, Miss Chiby-Chiby tidak duduk-duduk di ruang guru. Dia pergi ke mesjid. Dalam resolusi tahun 2013 yang ditulis di diarynya, Miss Chiby-Chiby menuliskan ingin rajin sholat Dhuha. Makanya saat melihat ruang guru penuh, dia putar arah ke mesjid.
Teman-teman dekat Miss Chiby-Chiby sudah tahu kalau dia lebih sering berada di perpustakaan saat istirahat tiba.
Miss Chiby-Chiby gerah berada di ruang guru. Semua orang senang sekali menggodanya untuk balik to the mantan. Belum lagi the mantannya yang suka centil. Niat Miss Chiby-Chiby untuk memperbaiki silaturahmi malah jadi kacau. Setiap mereka bicara berdua pasti komentar bermunculan. Padahal yang dibicarakan hanya masalah pekerjaan. Jadi daripada telinga jadi rombeng Miss Chiby-Chiby lebih memilih untuk semedi di perpustakaan.
Tiga jam terakhir di hari Senin memang khusus untuk XI IPA1. Miss Chiby-Chiby betah berlama-lama di kelas daripada berlama-lama di ruang guru. Miss Chiby-Chiby tidak membuang-buang waktu. Dua kelas yag dimasukinya langsung diberikan tugas untuk semester 2. Miss Chiby-Chiby tak mau keteteran seperti semester kemarin. Semester ini kecepatannya mau ditambah hingga geraknya bukan lagi GLB tapi jadi GLBB.
Ada yang begitu santai dan menanggapi semua dengan senyuman. Ada yang terlihat panik karena jam pelajarannya berkurang. Ada yang mulai mengatur strategi untuk pemenuhan jam sertifikasi. Dan adapula yang malah heboh mengungkit tentang ketidaktahuan diri mengenai apa yang terjadi.
Suasana makin heboh. Semua orang asyik dengan kelompoknya sendiri membahas apa yang sebenarnya, belum benar-benar, dimengerti. Saat semua orang tengah sibuk, Miss Chiby-Chiby memutuskan untuk melihat anak-anaknya. Dia mengecek kehadiran mereka dan menginterogasi anak yang tidak melaksanakan sholat Jum'at di sekolah.
Obrolan-obrolan penuh petuah dengan sendirinya mengalir deras dari bibir Miss Chiby-Chiby. Komentar-komentar pedas tentang perilaku siswa pun tak lupa dia sertakan. Sepertinya bibir Miss Chiby-Chiby langsung menemukan kembali keahliannya untuk berkata-kata setelah dua minggu lebih banyak diam.
Hampir dua minggu penuh Miss Chiby-Chiby tidak bertemu siswa. Jadi wajar bila mulut bawelnya langsung beraksi saat bertemu mereka. Selama libur dua minggu mulut bawelnya itu hanya digunakan untuk berdebat dengan adiknya dan Mr. Anyun.
Ketika waktu istirahat tiba, Miss Chiby-Chiby tidak duduk-duduk di ruang guru. Dia pergi ke mesjid. Dalam resolusi tahun 2013 yang ditulis di diarynya, Miss Chiby-Chiby menuliskan ingin rajin sholat Dhuha. Makanya saat melihat ruang guru penuh, dia putar arah ke mesjid.
Teman-teman dekat Miss Chiby-Chiby sudah tahu kalau dia lebih sering berada di perpustakaan saat istirahat tiba.
Miss Chiby-Chiby gerah berada di ruang guru. Semua orang senang sekali menggodanya untuk balik to the mantan. Belum lagi the mantannya yang suka centil. Niat Miss Chiby-Chiby untuk memperbaiki silaturahmi malah jadi kacau. Setiap mereka bicara berdua pasti komentar bermunculan. Padahal yang dibicarakan hanya masalah pekerjaan. Jadi daripada telinga jadi rombeng Miss Chiby-Chiby lebih memilih untuk semedi di perpustakaan.
Tiga jam terakhir di hari Senin memang khusus untuk XI IPA1. Miss Chiby-Chiby betah berlama-lama di kelas daripada berlama-lama di ruang guru. Miss Chiby-Chiby tidak membuang-buang waktu. Dua kelas yag dimasukinya langsung diberikan tugas untuk semester 2. Miss Chiby-Chiby tak mau keteteran seperti semester kemarin. Semester ini kecepatannya mau ditambah hingga geraknya bukan lagi GLB tapi jadi GLBB.
Langganan:
Komentar (Atom)